Assalamualaykum..
Nulis lagi...
Sekarang ini mau menulis tentang cita-cita, yang setelah dicari artinya, memiliki artian keinginan atau kehendak yang selalu ada di dalam pikiran.
Nah, yang paling sering ditanyai mengenai cita-cita adalah anak kecil, dan yang paling sering bertanya mengenai cita-cita adalah orang dewasa, terutama bagi mereka yang baru jumpa ama anak kecil. Ntah itu anak siapa, yang penting nanya cita-cita (disini terbukti anak kecil lebih pinter ketimbang orang dewasa).
*Sekarang penulis punya cita-cita ga..?
Punya donk.. banyak malah, mari kita omongin.
Bermula pada suatu hari di gurun yang luas, ditengah teriknya sinar matahari.. (WOY.. dah kayak film kolosal aja).
Ga deng... Oke... Oke..
Let's start from beginning..
Dari masa kanak-kanak dulu ya (antara 4-8 tahun), ketika itu klo ga salah inget, aku bercita-cita ingin menjadi dokter (normal banget, dan ini juga butuh waktu lama mengingatnya) seperti anak-anak lainnya. Ya mungkin dikarenakan omongan orang tua maupun sodara-sodara yang dikenal, gitu liat anak kecil pasti ngomongin cita-cita dokter.
Masuk ke masa kanak-kanak keatas (antara 8- 12 tahun), sudah bisa membedakan mana teman mana lawan lah.. Dan di masa ini, bercita-cita menjadi BOS MAFIA atau PENJAHAT lah istilahnya (jreng jreng... dah ga normal nih). Yup, bener aja, itu emang sesuai dengan kejadian waktu itu, terpikir untuk menjadi BOS MAFIA (kudu digedein hurufnya, biar mendramatisir).
*alasannya apa nih.?
Ga tau alasannya apa, yang jelas pas itu cuma untuk mengendalikan beberapa orang sesuai dengan kemauan kita dan menguasai daerah sekitar. Dan itu semua dimulai pas SD, dengan cara membentuk geng-geng kecil di sekolahan, dan melakukan aksi-aksi nakal. Tapi tidak dilakukan disekolahan, klo disekolahan mah kita dikenal sebagai siswa yang cerdas (secara juara umum gitu loh, sampe kepala sekolah aja kenal banget). Di luar maksudnya di daerah deket rumah, di gang sebelah, di lingkungan sekitar lah intinya.
*ngapain aja emangnya?
Ga ngapa-ngapain, ya cuma maen-maen aja, abis maen-maen, berantem, kadang nyolong mangga ato jambu, kadang dikejar-kejar ama peliharaan orang karena ketauan mau nyolong.. Bahkan di masa itu pernah ngambil ujung tiang dari pagar salah seorang pemain bola PSMS terkenal kala itu (Mahyadi, yang diambil tuh mata tombak lah istilahnya), gembok dari pagar orang lah, ato apalah gitu. Turun ke lapangan langsung kala itu...
Masuk masa remaja (antara 13 - 16 tahun), disini dah mulai berpikir untuk tidak terjun kelapangan. dan cita-cita masih untuk menjadi BOS MAFIA. Sudah masuk SMP, melihat kondisi jadi lebih berpikir untuk memanfaatkan orang lain dalam melaksanakan kegiatan. Teman bertambah, tapi sudah tidak melakukan hal nakal kayak dulu, jadi lebih mengatur, mempengaruhi orang lain. Beneran jadi BOS, dan tetap maennya di luar dari lingkungan sekolah, di sekolah masih dikenal sebagai orang biasa yang tidak begitu populer. Sampai kelas 3 akhirnya ketauan klo kita jadi bos "Game Online" di luaran (itu juga karena ketauan bolos di warnet).
*ngapain aja di warnet
Ya... usaha atuh, nyari duit lewat game online dan itu terorganisir. Lumayan penghasilan kala itu. Dengan kejadian itu langsung deh heboh antar kelas... hemmm. jadi ga bisa sembunyi lagi.. Berlanjut hingga masuk SMK kelas 1. Gitu juga kejadiannya.. ga bisa sembunyi juga, malah hampir di DO dikarenakan bolos sekolah, padahal jarak sekolah dengan rumah itu cuma 200 meter, kebayang ga tuh..?
Masa remaja dewasa (antara 17-18 tahun), disini mulai berpikir melebarkan sayap. Dimulai dengan bermain di sekolah dulu, sedikit terbesit untuk menjadi orang yang ahli di beberapa bidang, termasuk kelistrikan. Di SMK mulai bergabung dengan orang-orang yang dikenal kuat di sekolah, awalnya cuma gabung aja, akhirnya malah jadi penasehat, ato lebih dikenal ahli strategi. Klo mau cabut, ato ada yang mau berantem, pasti lapor n' kudu ngasih pandangan lah, jadi kayak kepala operandi klo di militer.. Menyenangkan sih kala itu, dan itu semua tidak diketahui oleh guru-guru. Cuma saja dikenal baik ama guru BP, dan juga PKS kesiswaan (sama aja klo gitu..)
Now, klo sekarang mah yang namanya cita-cita masih menjadi misteri, apakah masih mau dilanjutkan kejadian-kejadian yang dulu atau tidak.
Tetapi sepertinya sudah lebih kalem ketimbang yang dulu-dulu, lebih bisa menyesuaikan dimana posisi berdasarkan kondisi yang ada.. Pengendalian kepribadian yang dilakukan dari dulu ternyata sangat berguna di kala ini..
yah... begitulah sepenggal omongan mengenai cita-cita yang pernah terpikirkan dan dijalani kala itu..
Sekian dulu, nanti kapan-kapan kita sambung lagi..
Wassalam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar