Selasa, 25 Juni 2013

Amnesia Dissociative

Assalamualaykum...
Berawal dari seringnya kelupaan hal-hal umum, seperti mengingat kejadian yang sebenarnya wajar untuk diingat. Kawan-kawan pada cerita tentang kisah-kisah pas bersama dulu, tapi apa... aku nya malah lupa, susah untuk mengingatnya malah...
Hal seperti itu terjadi, dengan mengutip artikel dari tempat lain maka dibuatlah catatan ini, untuk sekedar mengingat saja...

Dissociative Amnesia
 (amnesia disosiatif) sebelumnya disebut amnesia psikogenik, individu tidak mampu untuk mengingat detail personal yang penting dan pengalaman yang sering kali berhubungan dengan kejadian traumatis atau sangat menekan. Memori ini hilang tanpa berhubungan dengan disfungsi otak yang berkaitan dengan kerusakan otak atau obat-obatan, juga buka sebuah kondisi lupa yang umumnya terjadi. Orang-orang yang mengalami amnesia disosiatif sangat umum memberikan gambaran tentang sebuah rentang atau rangkaian dalam ingatan mereka mengenai kejadian bermasalah di masa lalu atau bagian-bagian kehidupan mereka. Amnesia disosiatif jarang terjadi, sejauh ini merupakan hal yan sangat umum dalam gangguan disosiatif. Terdapat sebuah kesepakatan yang telah diperhatikan setelah perang dunia II, ketika banyak individu dengan trauma yang berhubungan dengan pertempuran mengalami amnesia.


Ada beberapa bentuk amnesia disosiatif, masing-masing berhubungan dengan lingkungan tempat orang kehilangan ingatannya.Localized Amnesia, bentuk yang sangat umum adalah ketika individu lupa akan semua kejadian yang terjadi selama interval waktu tertentu. Biasabya interval waktu ini diikuti dengan cepat oleh kejadian yang sangat mengganggu, seperti kecelakaan mobil, kebakaran atau bencana alam. Selective Amnesia, individu gagal mengingat kembali bebrapa hal, tetapi tidak semua hal, detail kejadian-kejadian yang terjadi selama periode waktu tersebut. Orang-orang yang dapat selamat dari kebakaran dapat mengingat saat ambulans mambawanya menuju rumah sakit, namun tidak dapat mengingat saat selamat dari rumah yang terbakar.Generalized Amnesia adalah sebuah sindrom ketika seseorang tidak dapat mengingat semua hal dalam kehidupannya. Continous Amnesia mencakup kegagalan untuk mengingat kembali kejadian khusus dan mencakup waktu saat itu. Sebagai contoh, seorang veteran dapat mengingta masa kanak-kanaknya dan masa mudanya hingga ia masuk dalam militer, namun ia lupa semua hal yang terjadi setelah perjalanan pertamanya dalam tugas pertempuran.
Sangat sulit bagi klinisi untuk mendiagnosis amnesia disosiatif karena banyak kemungkinan lain yang menyebabkan hilangnya ingatan. Sebagai contoh, amnesia dapat disebabkan oleh disfungsi fisik yang menyebabkan luka otak, penyalahgunaan zat psikoaktif atau epilepsy. Pilihan lainnya berupa gangguan psikologis lain dengan gejala yang menyebabkan individu menjadi lupa. Misalnya seseorang yang mengalami katatonik tidak mengkomunikasikan sesuatu saat ditanya, mungkin lupa, mungkin kehilangan beberapa informasi mengenai masa lalunya.
• Karakteristik Diagnostik :           1. Orang dengan gangguan ini mengalami satu atau lebih episode yang mereka membuat tidak dapat untuk mengingat kembali informasi pribadi yang penting. Biasanya terjadi pada sebuah situasi lingkungan yang traumatis atau penuh tekanan. Secara umum hal ini tampak seperti lupa.
      2. Gangguan ini tidak berlangsung sebagai hasil dari gangguan mental lainnya, penggunaan substansi, atau kondisi pengobatan atau neurologis.             3. Gejala-gejala ini menyebabkan distress yang signifikan atau kondisi yang lemah.

• Perspektif Biopsikososial
Gangguan-gangguan yang melibatkan disosiasi dianggap sebagai neurosis daripada psikosis. Orang dengan gangguan ini mengalami konflik atau trauma selama hidup mereka dan keadaan-keadaan tersebut menciptakan reaksi emosi yang sangat kuat, sehungga mereka tidak dapat mengintegrasikannya kedalam memory, kepribadian dan konsep diri. Symptom-simptom somatic dan disosiaai ada bukan kehilangan kontak dengan realitas, tetapi perpindahan emosi-emosi ini menjadi kondisi yang kurang menyakitkan untuk diketahui daripada konflik asli atau trauma.
Dengan memperhatikan gangguan disosiatif, para ahli percaya bahwa trauma actual, bukan yang diimajinasikan merupakan sumber symptom amnesia, fugue dan kepribadian ganda. Rendahnya perasaan efikasi diri, kurangnya asertivitas dan gagasan yang salah tentang diri dapat menjadi factor yang berkontribusi terhadap gangguan somatoform dan disosiatif. Sama halnya dengan keyakinan yang salah mengenai diri dan peran diri dalam penhalaman trauma masa lalu tampaknya menjadi factor kognitif yang penting dalam gangguan disosiatif. Menambah komponen psikologis tersebut adalah factor biologis yang berkontribusi terhadap kerentanan individu dalam mengembangkan pikiran yang maladaptive ini atau kerentanan terhadap trauma.
Metode kognitif perilaku dalam meningkatkan perasaan efikasi diri pada individu, asertivitas dan kesadaran akan disfungsi pola piker juga digabungkan dalam suatu pendekatan treatmen yang integral.
• Treatment Amnesia Disosiatif
Gangguan disosiatif merupakan produk akhir dari pengalaman traumatis yang kuat pada masa kanak-kanak, khususnya mencakup penyiksaan atau bentuk lain dari kesalahan penanganan emosi. Walaupun demikian, sebagai tambahan pengalaman kekerasan pasa masa kanak-kanak, beberapa jenis peristiwa traumatis juga dapat menghasilkan pengalaman disosiatif, bebrapa yang bersifat sementara dan beberapa lainnya berakhir dalam jangka waktu yang lama.
Treatment untuk gangguan disosiatif ada bermacam-macam, sebagian besar karena kondisinya juga bervariasi. Tujuan utama dalam memberika treatment terhadap orang dengan symptom-simptom disosiatif adalah dengan membawa kestabilan dan integrasi dalam hidup mereka. Hal yang penting dalam treatment mereka adalah membangun sebuah lingkungan yang aman, jauh dari stressor yang mengancam yang mungkin dapat membangkitkan disosiasi. Pada keamanan dalam konteks treatment, klinisi akan mengenalkan teknik yang menenangkan, beberapa bersifat psikoterapeutik dan yang lain bersifat psikofarmakologis. Beberapa klinisi akan menambah obat dan intervensi, juga dapat membantu meningkatkan kondisi tenang. Obat yang paling umum digunakan adalah sodium pentobarbital dan sodium amobarbital yang memfasilitasi proses wawancara, khususnya pada klien yang mengalami amnesia disosiatif dan fugue disosiatif. Jika amnesianya telah hilang, maka klinisi akan membanti klien menemukan kejadian apa dan factor-faktor apa yang menyebabkan amnesia.
Gangguan disosiatif menyajikan kesempatan unik menghargai kompleksitas pikiran manusia dan variasi cara yang tak biasa ketika beberapa orang merespons pengalaman-pengalaman hidup yang penuh tekanan. Penting untuk mengingat bahwa gangguan amnesia dan fugue sangat jarang terjadi dan sulit untuk diterapi, meskipun penjelasan yang saat ini ada bergantung pada perspektif psikologis.
Contoh Kasus :
Dalam kondisi bingung, Norma mendatangi pusat krisis kesehatan mental, air mata mengalir diwajahnya. “saya tidak tahu dimana saya tinggal atau siapakah saya! Dapatkah seseorang membantu saya?” Tim krisis membantu mencari tasnya, namun tidak menemukan apapun, hanya sebuah foto gadis kecil berambut pirang. Norma tertidur dan menjadi kehabisan tenaga, ia tidur disebuah tempat tidur yang dapat membuatnya tenang. Tim krisis memanggil polisi local untuk mencari apakah terdapat laporan orang hilang. Gadis kecil difoto tersebut adalah putrid Norma. Ia ditabrak sebuah mobil ditempat parkir yang penuh pada sebuah pusat belanja. Walaupun mendapat luka dengan kaki yang patah , gadis tersebut dapat beristirahat dengan nyaman disebuah ruang perawatab di rumah sakit. Ibunya menghilang. Norma muncul dan berkeliling selama beberapa jam. Ia meninggalkan dompet dan kartu identitas lainnya pada pekerja social rumah sakit di kamar darurat. Saat Norma bangun, ia dapat mengingat siapa dirinya dan lingkungan kecelakaan, tapi ia tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi.

daftar pustaka :Halgin, P, Richard; Whitbourne, Krauss, Susan. 2009. Abnormal Psychology Clinical Perspective on Psychological Disorder. 6th Edition. Mc.Graw Hill. New York

Sekian dulu ya.. semoga bisa sembuh dan tidak makin parahWassalam..

Jumat, 21 Juni 2013

Mari Kita Ngomongin Cita-cita

Assalamualaykum..

Nulis lagi...
Sekarang ini mau menulis tentang cita-cita, yang setelah dicari artinya, memiliki artian keinginan atau kehendak yang selalu ada di dalam pikiran.

Nah, yang paling sering ditanyai mengenai cita-cita adalah anak kecil, dan yang paling sering bertanya mengenai cita-cita adalah orang dewasa, terutama bagi mereka yang baru jumpa ama anak kecil. Ntah itu anak siapa, yang penting nanya cita-cita (disini terbukti anak kecil lebih pinter ketimbang orang dewasa).

*Sekarang penulis punya cita-cita ga..?
Punya donk.. banyak malah, mari kita omongin.

Bermula pada suatu hari di gurun yang luas, ditengah teriknya sinar matahari.. (WOY.. dah kayak film kolosal aja).
Ga deng... Oke... Oke..

Let's start from beginning..
Dari masa kanak-kanak dulu ya (antara 4-8 tahun), ketika itu klo ga salah inget, aku bercita-cita ingin menjadi dokter (normal banget, dan ini juga butuh waktu lama mengingatnya) seperti anak-anak lainnya. Ya mungkin dikarenakan omongan orang tua maupun sodara-sodara yang dikenal, gitu liat anak kecil pasti ngomongin cita-cita dokter.

Masuk ke masa kanak-kanak keatas (antara 8- 12 tahun), sudah bisa membedakan mana teman mana lawan lah.. Dan di masa ini, bercita-cita menjadi BOS MAFIA atau PENJAHAT lah istilahnya (jreng jreng... dah ga normal nih). Yup, bener aja, itu emang sesuai dengan kejadian waktu itu, terpikir untuk menjadi BOS MAFIA (kudu digedein hurufnya, biar mendramatisir).
*alasannya apa nih.?
Ga tau alasannya apa, yang jelas pas itu cuma untuk mengendalikan beberapa orang sesuai dengan kemauan kita dan menguasai daerah sekitar. Dan itu semua dimulai pas SD, dengan cara membentuk geng-geng kecil di sekolahan, dan melakukan aksi-aksi nakal. Tapi tidak dilakukan disekolahan, klo disekolahan mah kita dikenal sebagai siswa yang cerdas (secara juara umum gitu loh, sampe kepala sekolah aja kenal banget). Di luar maksudnya di daerah deket rumah, di gang sebelah, di lingkungan sekitar lah intinya.
*ngapain aja emangnya?
Ga ngapa-ngapain, ya cuma maen-maen aja, abis maen-maen, berantem, kadang nyolong mangga ato jambu, kadang dikejar-kejar ama peliharaan orang karena ketauan mau nyolong.. Bahkan di masa itu pernah ngambil ujung tiang dari pagar salah seorang pemain bola PSMS terkenal kala itu (Mahyadi, yang diambil tuh mata tombak lah istilahnya), gembok dari pagar orang lah, ato apalah gitu. Turun ke lapangan langsung kala itu...

Masuk masa remaja (antara 13 - 16 tahun), disini dah mulai berpikir untuk tidak terjun kelapangan. dan cita-cita masih untuk menjadi BOS MAFIA. Sudah masuk SMP, melihat kondisi jadi lebih berpikir untuk memanfaatkan orang lain dalam melaksanakan kegiatan. Teman bertambah, tapi sudah tidak melakukan hal nakal kayak dulu, jadi lebih mengatur, mempengaruhi orang lain. Beneran jadi BOS, dan tetap maennya di luar dari lingkungan sekolah, di sekolah masih dikenal sebagai orang biasa yang tidak begitu populer. Sampai kelas 3 akhirnya ketauan klo kita jadi bos "Game Online" di luaran (itu juga karena ketauan bolos di warnet).
*ngapain aja di warnet
Ya... usaha atuh, nyari duit lewat game online dan itu terorganisir. Lumayan penghasilan kala itu. Dengan kejadian itu langsung deh heboh antar kelas... hemmm. jadi ga bisa sembunyi lagi.. Berlanjut hingga masuk SMK kelas 1. Gitu juga kejadiannya.. ga bisa sembunyi juga, malah hampir di DO dikarenakan bolos sekolah, padahal jarak sekolah dengan rumah itu cuma 200 meter, kebayang ga tuh..?

Masa remaja dewasa (antara 17-18 tahun), disini mulai berpikir melebarkan sayap. Dimulai dengan bermain di sekolah dulu, sedikit terbesit untuk menjadi orang yang ahli di beberapa bidang, termasuk kelistrikan. Di SMK mulai bergabung dengan orang-orang yang dikenal kuat di sekolah, awalnya cuma gabung aja, akhirnya malah jadi penasehat, ato lebih dikenal ahli strategi. Klo mau cabut, ato ada yang mau berantem, pasti lapor n' kudu ngasih pandangan lah, jadi kayak kepala operandi klo di militer.. Menyenangkan sih kala itu, dan itu semua tidak diketahui oleh guru-guru. Cuma saja dikenal baik ama guru BP, dan juga PKS kesiswaan (sama aja klo gitu..)

Now, klo sekarang mah yang namanya cita-cita masih menjadi misteri, apakah masih mau dilanjutkan kejadian-kejadian yang dulu atau tidak.
Tetapi sepertinya sudah lebih kalem ketimbang yang dulu-dulu, lebih bisa menyesuaikan dimana posisi berdasarkan kondisi yang ada.. Pengendalian kepribadian yang dilakukan dari dulu ternyata sangat berguna di kala ini..

yah... begitulah sepenggal omongan mengenai cita-cita yang pernah terpikirkan dan dijalani kala itu..
Sekian dulu, nanti kapan-kapan kita sambung lagi..

Wassalam...