Assalamualaikum…
Nih
nulis lagi nih, kemaren ada acara pengkaderan di organisasi di kampus,
dinamakan DAUN, dan ini yang ke dua.. sebelumnya juga ada yang pertama..
Yang
mau dituliskan disini tuh sebenernya hanya sekedar ungkapan saja..(Melanjutkan
tulisan yang sebelumnya) Di dalam acaranya sih enak, seru dan lain-lain lah,
tapi ada hal yang mengganjal (mengganjal euy…). Apa itu..? (kasih tau ga ya,,,)
Dimulai
dari acara yang diadakan di kampus, (karena acaranya ada outdoornya juga), dari
sini dah mulai kaga enak sih, mulai ada yang begini lah, begitu lah
(permintaan-permintaan yang sebenarnya tak perlu bantuan orang lain). Bahkan sampai
yang lambatnya minta ampun. Hadeh, klo masih era Samurai, mungkin sudah
berceceran darah-darah tak jelas tuh (kejemnya nih, semoga Cuma angan-angan saja).
Hadeh,
bingung juga mau nulis nya cemana, klo terang-terangan, nanti kena sanksi
melalui UU ITE (jangan samapai lah), klo samar-samar, nanti dibilang ga jelas
tujuan tulisannya apa. Eh, tapi ini kan emang catatan-catatan iseng aja,
suka-suka lah klo gitu (kok jadi ribut sendiri..?)
Okelah,
aq nulisnya gini aja..
CIRI-CIRI AKHWAT MANJA:
Sedikit-sedikit
nangis, mudah mengeluh kalau sakit hati. Selalu minta dilayani, tidak mau
belajar memahami orang lain. Tidak mau belajar untuk lebih dewasa. Itulah ciri
akhwat manja. Tapi tidak semua manja itu bermakna negatif. Ada juga manja yang
bila ditempatkan pada tempatnya bisa kelihatan indah, misal dalam interaksi
suami istri (sensor dot com). Tapi manja yang saya bahas kali ini adalah manja
yang bermanka negatif. Akhwat yang manja itu menyusahkan, seolah-olah dia itu
ratu aja selalu minta dilayani dan dipahami. Padahal akhwat juga punya
kewajiban agar bisa mendiri dalam mengatasi masalah2nya, tidak mudah mengeluh.
Dan nantinya bisa sudah hidup berkeluarga, seorang akhwat harus juga bisa tegar
dalam mengarungi kehidupan yang keras. Bisa menjadi pendamping suami yang
saling melengkapi. Dan nantinya akan banyak masalah muncul dan amanah2 yang
kian menumpuk, dan itu dibutuhkan kedewasaan dalam menyikapinya. Apalagi kalau punya
anak, seorang ibu harus mampu memimpin anaknya dengan baik. Kalau ibunya tidak
dewasa dan selalu manja, gmn dengan anak2nya.....
Hah…
itu aja lah, sampai aq kirim Sms yang membahas soal ini, eh malah banyak yang
ngebantah dan ngajak Debat. Ada pula yang nanya tentang apa itu V for Vendetta
(karena kebetulan dalam sms nya aku tulis kutipan kalimat dari film tersebut). Daripada
aku jelasin tentang tuh film favorit, mending aku diamkan aja. Tapi ada yang
sampai emosi kayak nya (klo yang ini asli ngakak dah..), sampe nulis nama
lengkap (itupun salah, untung ga aku protes, bisa-bisa panjang lagi tuh debat).
Hahahahah
Cuma
bisa melihat dan melakukan pengintaian dengan berbagai potensi yang ada.
Sekian
lah catatan yang ga jelas alias iseng ini, moga-moga kaga ngerti semua..
Wassalam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar